Sejak lama, untaian senandung ilahiah bertengger pada kedalaman kalbu tak berbatas, seraya bersorak lantang mengetuk kendali diri ini, petani bunga telang profesinya, tiada jerami namun ia terluka di atasnya, sungguh kehadiran-Nya membubuhkan obat pada kemurkaan batin berabad abad lamanya, welas asih-Nya mendekap erat raga yang penuh endapan, amarah mengalah.