" Bekti Kar Dhaton mring ibu bumi bapa angkasa " "Hyang Tunggal kang manunggal, sun pijer nastiti lumakuning jagat, mugia dika jaya pinaringan shanti kang garima nishwari". Sebuah mantram yang diucapkan gadis darah biru itu ketika mengawali menapakkan kaki di tanah baru. Gadis dengan jutaan keingintahuan ini selalu berselisih dengan kebosanan, "Plakkk...plakk...plakkk.." tapak kaki kuda yang berlari menjauh dari Kedathon. Kini ia telah berusia hampir 7 abad, diam, beku, namun menyejukkan, sejagat raya memanggilnya Nyai, Nimas Ayu adalah panggilan kesayangan dari paman. Berbukti benar, ia memiliki beberapa ciri khas: kecantikan tiada tanding; welas asih yang mampu melumpuhkan getaran kejahatan seluruh dunia dalam sekejap; inilah kisah hitam yang tak lagi pekat, memudar dan bening. Deraian daun kering gugur, beberapa diantaranya terbang diterpa angin sebelum akan jatuh, berselang menit, detik, mikrodetik sekalipun, i a selalu menimbang tentang a...
Komentar
Posting Komentar