Tentang "karakter" yang tak bisa kita generalkan, hanya ada buah melon akan membuat bumi terlihat sangat membosankan, tak akan jadi es campur ketika hanya ada satu buah, apa campurannya? Tak ada sirup, tak ada potongan semangka, tak ada susu kenal manis, ahh membosankan.
Merasa banyak berupaya akan membuat kita pamrih, inilah keburukan manusia dengan keunikan pola pikirnya. Pembelaan demi pembelaan akan membuat kita tenggelam pada candu "kepentingan". Plus-minus sudah biasa, yang tak biasa ketika kita berteriak "Merdeka!" Namun diri kita "di dalam" belum merdeka. Perlu kita ingat, mencari kebenaran bukan tentang siapa yang salah? Tapi apa yang salah?
Komentar
Posting Komentar