Rengkuhan yang sungguh tak asing, hilang tanpa sisa, menanti tanda tanda akuan, apa yang salah? Rambu rambu kebenaran, "demi kepentingan" jejakmu semakin terlihat. Sayang, airmatamu bak racun menetes membasahi tanah ini yang kemudian diteguk akar akar kami, mengering dan mati.
Tiada tempat aman di Bumi, diam. Membiarkan segalanya terpendam begitu saja.
Komentar
Posting Komentar