Langsung ke konten utama

Sudut (Candradimuka)

Kawah Candradimuka 

Jika pengalaman adalah panduan yang lebih benar daripada kata-kata orang lain, lalu?
.
.
.

Tak lagi membisu, mulut ialah jembatan untuk merdeka, tak ada salah dari menyuarakan sesuatu. Tergantung dari apa yang kita pilih, jeratan di kaki hanya kita yang akan melepasnya, tak selalu manis, terkadang kita juga memakan buah jeruk yang masam, tak ada yang mau mendapati itu tapi itulah kenyataannya, bagaimana dengan Candradimuka? Ternyata tak seburuk yang terkira. Candradimuka berbeda dengan dunia, jika dunia hanyalah pantulan dari raut kita, Candradimuka berbeda, 

Afsun sendandika agunging pakarti,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babad Jagat

" Bekti Kar Dhaton mring ibu bumi bapa angkasa "  "Hyang Tunggal kang manunggal, sun pijer nastiti lumakuning jagat, mugia dika jaya pinaringan shanti kang garima nishwari".  Sebuah mantram yang diucapkan gadis darah biru itu ketika mengawali menapakkan kaki di tanah baru. Gadis dengan jutaan keingintahuan ini selalu berselisih dengan kebosanan,  "Plakkk...plakk...plakkk.." tapak kaki kuda yang berlari menjauh dari Kedathon.  Kini ia telah berusia hampir 7 abad, diam, beku, namun menyejukkan, sejagat raya memanggilnya Nyai,  Nimas Ayu adalah panggilan kesayangan dari paman. Berbukti benar, ia memiliki beberapa ciri khas: kecantikan tiada tanding; welas asih yang mampu melumpuhkan getaran kejahatan seluruh dunia dalam sekejap; inilah kisah hitam yang tak lagi pekat, memudar dan bening.    Deraian daun kering gugur, beberapa diantaranya terbang diterpa angin sebelum akan jatuh, berselang menit, detik, mikrodetik sekalipun, i a selalu menimbang tentang a...

Sekar Jati

Sumurat sandhya adiptya: meri tininggal mangsa angsruping asih dharma. Dhuh sasmita, Sekar Jati Keseapaadaan telah mengantarkan pada jalan pulang dengan semestinya, tak ada yang kembali diberatkan, tak ada lagi sakit yang tak memiliki obat, dunia telah menilai kita, mencatat betul laku kita, bunga (itu) telah kembali padanya, Sekar Kedhaton (kita). Paman: "pergilah sejauh dambamu, namun jangan lupa hitung kemampuanmu berangkat sampai kembali pulang" Jagat ayu pramesti:)