Terjungkal, tersungkur di atas gunungan bebatuan runcing, lukisan raut yang tak lagi beraturan memaksa telapak kaki dengan sibah darah untuk terus mendaki meski tertatih-tatih. Hampir satu dekade senyum itu hilang tak terlihat dari sepasang mata teduh ini, sepasang mata yang telah menjadi saksi atas apa yang banyak terjadi sejauh ini. Pak, perempuan kecilmu tak lagi nakal, tak lagi sobo kali, sesak pilu dada ini ketika bapak memilih menitipkan perempuan kecilmu pada dekapan jalanan.
Tiada tempat aman di Bumi, diam. Membiarkan segalanya terpendam begitu saja.

Komentar
Posting Komentar