Desember ialah bulan terpilih untuk kembali mendatangimu, hanya saja tulisan ini kutuliskan tepat di bulan setelahnya, yaitu Januari. Seremonial sambutan awal tahun, serba serbi kedisikan bukan menjadi persoalan. Gelap terbitlah terang benar adanya, ada siang ada malam, siklus yang teratur. Kali ini mulut belum betul-betul tertutup rapat dengan semestinya, apa yang menjadi perbincangan kemarin kembali terjadi. Begitu mudah kita meminta ampunan atas dosa yang terus kita ulang.
Hanya tentang atap "ini" dan seteguk obat yang menyembuhkan, menghela napas sejenak lalu melanjutkan perjalanan. Setidaknya Candradimuka telah memberi pengertian kecuali apa yang telah diperbuat dan balasannya.
"Candradimuka bukan tempat untuk bermain dadu!"
Teriakan terakhir perihal "itu"
Komentar
Posting Komentar