Dalam beberapa kalangan ia biasa disendirikan, membeku tepat di sudut seperlima hitungan kemarin, mereka menguburnya namun ibu Bumi mendekapnya erat, helaan napasnya ialah napas alam semesta, tapak langkah kakinya ialah stimulus agar poros bumi tetap berjalan dengan sebagaimana mestinya, biarlah senyum itu tetap berada di sana, nyai! dua hiasan pipi yang lekat diantaranya. Bereskan yang berserakan, lalu pulang.
![]() |
| Mojosarirejo, Kemlagi |

Komentar
Posting Komentar