"Kriiingg. . .kriiingg. . .kriiing" alarm itu berbunyi di waktu yang sama setiap harinya tepat pukul 02:30 a.m. Ia bangun lalu bersiap, lantai itu tak asing dengan suara tapak kaki dengan nyawa belum genap mengisi raganya, ia meraih gayung lalu mengucurkan air surgawi pada area sebagaimana telah menjadi ketentuan, menggelar alas sarana menggantungkan nasib pada asih dan welas-Nya. Tak lebih yang diminta olehnya kecuali hembus napas tanpa sesak setiap harinya.
Entah sekeras apa ia pada dirinya yang kemarin. Gadis dengan tinggi yang tak sampai 160 cm itu mencoba membersihkan kotoran pada pakaian yang ia kenakan, hari Jumat. Keesokan harinya ia harus lebih awal menjemput akhir pekan, list schedule telah berada pada genggamannya.
Komentar
Posting Komentar