Sejak lama ia berdiam di sana, iya, aku mencetak fotoku sendiri menyelipkannya pada dompet ungu tua pembelian saat gaji pertama berada pada genggamanku, sekitar hampir satu windu yang lalu. Lampu yang tak lebih dari 10 watt tepat di atas kasur kamar ku nyalakan, satu hal secara tak sengaja aku mengusap potret itu seorang, lagi-lagi rautku memilih untuk tersenyum, "gadis pemberani" ucapku lirih. Raga yang kutatap ini aku telah menetap, sejak dua dekade sekian, tak tau sampai kapan dengan raga ini napas kan terus berembus.
Tiada tempat aman di Bumi, diam. Membiarkan segalanya terpendam begitu saja.
Komentar
Posting Komentar