Jika paman memerlukan waktu ratusan tahun untuk memahaminya, bagaimana denganmu kekasih?
Tidakkah paman tersenyum melihat kenyataan ini, bukankah engkau yang berjanji mengikutinya disepanjang masa?
Sayang, sungguh ini tiada membuat paman kecewa, air mata paman menetes karena engkau memilih untuk melepas genggaman atasmu sendiri, ia yang memang keturunan Dewi engkau harapkan seutuhnya memahami kita selaku manusia biasa? Jauh.
Kita yang dipilih ialah kita (manusia) yang paling beruntung disepanjang kehidupan. Namun engkau memilih untuk tidak.
Komentar
Posting Komentar